Minggu, 14 April 2013

Tugas Semester II


Dee Choco

·         LATAR BELAKANG
Dee Choco merupakan salah satu industry coklat yang pertama kali dibentuk di Temanggung,  pada tahun 2013. DEE CHOCO telah berkecimpung dalam bisnis pembuatan coklat  dengan aneka macam varian. Industri yang didirikan dengan modal dan sumber daya yang terbatas ini, kemudian memulai kiprahnya dan mulai berkembang sejak saat itu. Seiring berjalannya waktu, industri ini sekarang menjadi industri yang sukses, agresif, dan berpotensi untuk terus berkembang.
DEE CHOCO pada awalnya hanya industry kecil , dan hanya memproduksi coklat original. Namun semakin berjalannya waktu, dan didukung dengan tenaga kerja yang ahli, saat ini sudah banyak variasi – variasi coklat mulai dari rasa dan bentuk. Sehingga minat konsumen akan coklat DEE CHOCO semakin banyak .
1. Visi Dee Choco
Menjadikan perusahaan yang berkembang cepat dan  memimpin dalam consumer goods, melalui  inovasi, perseverance  dan penglihatan yang visioner. Untuk mencapai visi ini Dee Choco  selalu berusaha untuk membuat produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, memastikan semua produk memiliki kualitas yang baik dan memberikan solusi  inovatif untuk membawa hidup sehat dan berkualitas.
2. Misi
Dee Choco berkomitmen untuk mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk consumer goods yang unik dan berkembang cepat dan  mencapai status merek yang memimpin di wilayah regional.
·         PROFIL PABRIK
Dee Choco berada di Jl. Ahmad Yani 17 Temanggung dengan luas 1.000 m2. Didesain dengan mesin – mesin modern dan sistem computer otomatis, pabrik berusaha untuk menghasilkan coklat dengan standar yang maksimum.. Pabrik beroperasi selama 24 jam dan memperkerjakan lebih dari 200 pegawai.
·         STRUKTUR ORGANISASI
a.   Pimpinan perusahaan  : Solikhah
Pimpinan perusahaan membawahi beberapa kepala bagian dan menjadi penanggung jawab tertinggi.
b.    Kepala marketing      : Nino Rahman
 Kepala marketing membawahi beberapa staff marketing
c.    Kepala Produksi : Ari Sandi
Kepala produksi membawahi beberapa staff produksi
d.   Kepala analis     : Lia Indah
Kepala analis membawahi beberapa staff atau analis.
·         ANALISA YANG DILAKUKAN
Untuk menjaga kualitas serta keamanan coklat, perusahaan selalu menjaga kebersihan dan memantau mulai dari bahan baku sampai produk akhir. Untuk produk akhir yaitu coklat dilakukan analisa baik secara fisik, kimia maupun biologi.
Untuk analisa fisik meliputi
1.    Uji dimensi
Uji dimensi coklat meliputi uji pengukuran berat, pengukuran berat coklat menggunakan neraca analitik.
2.    Uji kekerasan
3.    Uji organoleptik
Uji organoleptik ini menggunakan indera perasa,dimana untuk setiap formula baru diujikan kepada panelis.
Untuk analisa kimia meliputi
1.    Uji kadar air
2.    Uji kadar glukosa
3.    Uji kadar FFA
4.   Uji umur simpan
Untuk uji mikrobiologi meliputi :
1.    Uji e.coli
2.    Uji salmonella
3.    Uji ALT
·         PRODUK DEE CHOCO
1.    Coklat Original
Merupakan coklat yang pertama kali dibuat oleh Dee Choco yaitu pada tahun 2013. Coklat inj dibuat dari kakao dan tanpa varian apapun.
2.    Coklat Almond
Coklat almond ini dibuat dari biji kakao terbaik dan ditambahkan almond kualitas terbaik. Dengan penambahan almond per 100 gram coklat yaitu 10 gram almond. Coklat almond ini pertama kali dibuat pada tahun 2014 dan sekarang menjadi coklat yang banyak disukai
3.    Coklat Starwberry
Coklat strawberry ini merupakan coklat dengan selai strawberry. Selai strawberry yang digunakan dibuat dari strawberry yang fresh untuk menjaga kualitas.
·         PENELITIAN PASAR
Perusahaan telah memahami bahwa pemasaran merupakan komunikasi dua arah, oleh karena itu perusahaan memiliki departemen penelitian pasar yang secara berkala mengadakan penelitian independen untuk meyakinkan terjadinya komunikasi antara perusahaan dengan konsumen.
Penelitian umum ini meliputi segmentasi pasar, desain produk, penempatan produk, merek, kemasan, tema iklan dan pelaksanaannya, distribusi, harga, hingga promosi penjualan. Perusahaan ini memiliki departemen Marketing In – House, sering mengunakan jasa konsultan lepas untuk membandingkan data dalam upaya untuk terus mengikuti permintaan konsumen dan pasar. Strategi marketing diputuskan berdasarkan riset secara kuantitatif dan kualitatif.
Ada empat pedoman kritikal yang harus diperhatikan secara seksama sebelum suatu konsep produk baru ditransformasikan menjadi produk yang siap dipasarkan yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Indikator pasar seperti bagian  (Share ) dan pertumbuhan ( Growth ) dimonitor secara periodik, bukan hanya untuk mengukur performance dan potensi produk, tetapi juga mengidentifikasikan opportunity atau kesempatan baru dan pasar potensial.
·         PEMASARAN
Melihat keluasan pasar dan keterbatasan yang ditimbulkan karena masalah dengan para penyalurnya maka dengan cara membina kemitraan jangka panjang.. Hubungan baik dibangun berdasarkan kepercayaan, dukungan dan mekanisme control inventory efektif yang merupakan faktor kesuksesan dalam penyampaian produk dari gudang regional ke rak–rak grosiran, hypermarket, pasar swalayan, toko pangan dan pedagang jalanan.
Strategi yang digunakan oleh perusahaan ini adalah dengan menawarkan produk yang tepat. Perusahaan ini juga mengembangkan budaya bisnis untuk menghasilkan pendapatan yang maksimal. Dua faktor yang menjadi kunci kesuksesan mereka kekuatan internal dari perusahaan dan kemampuan yang jeli  untuk mengidentifikasi opportunity eksternal dari pasar.
·         PEMBUATAN COKLAT
Secara umum proses pengolahan biji kakao menjadi coklat melalui beberapa tahapan proses. Berikut ini saya akan berbagi informasi dengan sahabat semua bagaimana proses pengolahan biji kakao menjadi coklat.
14 Tahapan proses ini merupakan tahapan umum dalam pengolahan biji kakao menjadi coklat.
1.  Biji kakao dibersihkan untuk menghilangkan semua bahan yang asing.
2.  Biji kakao selanjutnya akan dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji (roasted). Suhu, waktu dan tingkat kelembaban pada saat penyangraian (roasted) tergantung pada jenis biji yang digunakan dan jenis cokelat atau produk yang akan dihasilkan.
3. Sebuah mesin penampi (winnowing machine) akan digunakan untuk memisahkan kulit biji dan biji kakao.
4. Biji kakao kemudian akan mengalami proses alkalisasi, biasanya menggunakan kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna.
5. Setelah di alkalisasi, biji kakao kemudian memasuki proses penggilingan untuk membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis mesin penggilingan yang digunakan dan produk yang akan dihasilkan.

6. Setelah biji kakao menjadi cocoa liquor, biasanya produsen akan menambahkan bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah citra rasa coklat. Umumnya menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka, yang dicampur bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan.
7. Tahapan selanjunya adalah mengekstrak the cocoa liquor dengan cara dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter) dan kakao dengan massa padat yang disebut cocoa presscake. Persentasi lemak kakao yang dipress disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga komposisi lemak coklat (cocoa butter) dan cocoa presscake berbeda-beda. 
8. Pengolahan sekarang menjadi dua arah yang berbeda. Lemak coklat akan digunakan dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi coklat dalam bentuk bubuk.
9. Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu, pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan akan berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat.
10. Campuran kemudian mengalami proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk (refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat.
11. Proses selanjutnya, conching, untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan suhu conching akan mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur.

12. Campuran ini kemudian melewati pemanasan, pendinginan dan proses pemanasan kembali. Hal ini mencegah perubahan warna dan  lemak coklat dalam produk tersebut. Hal ini untuk mencegah perubahan warna dan melelehnya coklat dalam produk.
13. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi enrobing dan didinginkan di ruang pendingin.
14. Cokelat ini kemudian dikemas untuk distribusikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar