Dee Choco
·
LATAR BELAKANG
Dee Choco merupakan salah satu industry
coklat yang pertama kali dibentuk di Temanggung, pada tahun 2013. DEE CHOCO telah berkecimpung
dalam bisnis pembuatan coklat dengan
aneka macam varian. Industri yang didirikan dengan modal dan sumber daya yang
terbatas ini, kemudian memulai kiprahnya dan mulai berkembang sejak saat itu.
Seiring berjalannya waktu, industri ini sekarang menjadi industri yang sukses,
agresif, dan berpotensi untuk terus berkembang.
DEE CHOCO pada awalnya hanya industry kecil
, dan hanya memproduksi coklat original. Namun semakin berjalannya waktu, dan
didukung dengan tenaga kerja yang ahli, saat ini sudah banyak variasi – variasi
coklat mulai dari rasa dan bentuk. Sehingga minat konsumen akan coklat DEE CHOCO
semakin banyak .
1. Visi Dee Choco
Menjadikan perusahaan yang berkembang
cepat dan memimpin dalam consumer goods, melalui inovasi, perseverance dan penglihatan yang visioner. Untuk mencapai visi ini Dee Choco selalu berusaha untuk membuat produk sesuai
dengan kebutuhan konsumen, memastikan semua produk memiliki kualitas yang baik
dan memberikan solusi inovatif untuk
membawa hidup sehat dan berkualitas.
2. Misi
Dee Choco berkomitmen
untuk mengembangkan, memproduksi dan memasarkan produk consumer goods yang unik dan berkembang cepat dan mencapai status merek yang memimpin di wilayah
regional.
·
PROFIL
PABRIK
Dee Choco berada di Jl. Ahmad Yani 17
Temanggung dengan luas 1.000 m2. Didesain dengan mesin – mesin
modern dan sistem computer otomatis, pabrik berusaha untuk menghasilkan coklat
dengan standar yang maksimum.. Pabrik beroperasi selama 24 jam dan
memperkerjakan lebih dari 200 pegawai.
·
STRUKTUR ORGANISASI
a.
Pimpinan
perusahaan : Solikhah
Pimpinan
perusahaan membawahi beberapa kepala bagian dan menjadi penanggung jawab
tertinggi.
b.
Kepala marketing : Nino Rahman
Kepala marketing membawahi beberapa staff
marketing
c.
Kepala
Produksi : Ari Sandi
Kepala
produksi membawahi beberapa staff produksi
d.
Kepala
analis : Lia Indah
Kepala
analis membawahi beberapa staff atau analis.
·
ANALISA YANG DILAKUKAN
Untuk menjaga kualitas serta keamanan
coklat, perusahaan selalu menjaga kebersihan dan memantau mulai dari bahan baku
sampai produk akhir. Untuk produk akhir yaitu coklat dilakukan analisa baik
secara fisik, kimia maupun biologi.
Untuk
analisa fisik meliputi
1.
Uji
dimensi
Uji
dimensi coklat meliputi uji pengukuran berat, pengukuran berat coklat
menggunakan neraca analitik.
2.
Uji
kekerasan
3.
Uji
organoleptik
Uji
organoleptik ini menggunakan indera perasa,dimana untuk setiap formula baru
diujikan kepada panelis.
Untuk analisa kimia meliputi
1.
Uji
kadar air
2.
Uji
kadar glukosa
3.
Uji
kadar FFA
4.
Uji
umur simpan
Untuk uji mikrobiologi meliputi :
1.
Uji
e.coli
2.
Uji
salmonella
3.
Uji
ALT
·
PRODUK DEE CHOCO
1.
Coklat
Original
Merupakan
coklat yang pertama kali dibuat oleh Dee Choco yaitu pada tahun 2013. Coklat
inj dibuat dari kakao dan tanpa varian apapun.
2.
Coklat
Almond
Coklat
almond ini dibuat dari biji kakao terbaik dan ditambahkan almond kualitas
terbaik. Dengan penambahan almond per 100 gram coklat yaitu 10 gram almond.
Coklat almond ini pertama kali dibuat pada tahun 2014 dan sekarang menjadi
coklat yang banyak disukai
3.
Coklat
Starwberry
Coklat
strawberry ini merupakan coklat dengan selai strawberry. Selai strawberry yang
digunakan dibuat dari strawberry yang fresh untuk menjaga kualitas.
·
PENELITIAN
PASAR
Perusahaan
telah memahami bahwa pemasaran merupakan komunikasi dua arah, oleh karena itu
perusahaan memiliki departemen penelitian pasar yang secara berkala mengadakan
penelitian independen untuk meyakinkan terjadinya komunikasi antara perusahaan
dengan konsumen.
Penelitian
umum ini meliputi segmentasi pasar, desain produk, penempatan produk, merek,
kemasan, tema iklan dan pelaksanaannya, distribusi, harga, hingga promosi
penjualan. Perusahaan ini memiliki departemen Marketing In – House, sering mengunakan jasa konsultan lepas untuk
membandingkan data dalam upaya untuk terus mengikuti permintaan konsumen dan
pasar. Strategi marketing diputuskan berdasarkan riset secara kuantitatif dan kualitatif.
Ada
empat pedoman kritikal yang harus diperhatikan secara seksama sebelum suatu
konsep produk baru ditransformasikan menjadi produk yang siap dipasarkan yaitu Product, Price, Place, dan Promotion. Indikator pasar seperti bagian (Share )
dan pertumbuhan ( Growth ) dimonitor
secara periodik, bukan hanya untuk
mengukur performance dan potensi produk, tetapi juga mengidentifikasikan opportunity atau kesempatan baru dan
pasar potensial.
·
PEMASARAN
Melihat keluasan pasar dan keterbatasan yang ditimbulkan
karena masalah dengan para penyalurnya maka dengan cara membina kemitraan
jangka panjang.. Hubungan baik dibangun berdasarkan kepercayaan, dukungan dan mekanisme control inventory efektif yang merupakan faktor kesuksesan dalam penyampaian
produk dari gudang regional ke rak–rak grosiran, hypermarket, pasar swalayan, toko pangan dan
pedagang jalanan.
Strategi
yang digunakan oleh perusahaan ini adalah dengan menawarkan produk yang tepat.
Perusahaan ini juga mengembangkan budaya bisnis untuk menghasilkan pendapatan
yang maksimal. Dua faktor yang menjadi kunci kesuksesan mereka kekuatan
internal dari perusahaan dan kemampuan yang jeli untuk mengidentifikasi opportunity eksternal dari pasar.
·
PEMBUATAN COKLAT
Secara umum proses pengolahan biji kakao menjadi coklat
melalui beberapa tahapan proses. Berikut ini saya akan berbagi informasi dengan
sahabat semua bagaimana proses pengolahan biji kakao menjadi coklat.
14 Tahapan proses ini merupakan tahapan umum dalam
pengolahan biji kakao menjadi coklat.
1.
Biji kakao dibersihkan untuk
menghilangkan semua bahan yang asing.
2.
Biji kakao selanjutnya akan
dipanggang/disangrai untuk membawa keluar rasa coklat dan warna biji
(roasted). Suhu, waktu dan tingkat kelembaban pada saat penyangraian
(roasted) tergantung pada jenis biji yang digunakan dan jenis cokelat atau
produk yang akan dihasilkan.
3.
Sebuah mesin penampi (winnowing machine) akan digunakan untuk memisahkan kulit
biji dan biji kakao.
4.
Biji kakao kemudian akan mengalami proses alkalisasi, biasanya menggunakan
kalium karbonat, untuk mengembangkan rasa dan warna.
5.
Setelah di alkalisasi, biji kakao kemudian memasuki proses penggilingan untuk
membuat cocoa liquor (kakao partikel tersuspensi dalam cocoa butter). Suhu dan
tingkat penggilingan bervariasi sesuai dengan jenis mesin penggilingan yang
digunakan dan produk yang akan dihasilkan.
6.
Setelah biji kakao menjadi cocoa liquor, biasanya produsen akan menambahkan
bahan pencampur, seperti kacang untuk menambah citra rasa coklat. Umumnya
menggunakan lebih dari satu jenis kacang dalam produk mereka, yang dicampur
bersama-sama dengan formula yang dibutuhkan.
7.
Tahapan selanjunya adalah mengekstrak the cocoa liquor dengan cara
dipress/ditekan untuk mendapatkan lemak coklat (cocoa butter) dan kakao dengan
massa padat yang disebut cocoa presscake. Persentasi lemak kakao yang dipress
disesuaikan dengan keinginan produsen sehingga komposisi lemak coklat (cocoa
butter) dan cocoa presscake berbeda-beda.
8.
Pengolahan sekarang menjadi dua arah yang berbeda. Lemak coklat akan digunakan
dalam pembuatan coklat. Sementara cocoa presscake akan dihaluskan menjadi
coklat dalam bentuk bubuk.
9.
Lemak coklat (cocoa butter) selanjutnya akan digunakan untuk memproduksi coklat
melalui penambahan cocoa liquor. Bahan-bahan lain seperti gula, susu,
pengemulsi agen dan cocoa butter ditambahkan dan dicampur. Proporsi bahan akan
berbeda tergantung pada jenis cokelat yang dibuat.
10.
Campuran kemudian mengalami proses pemurnian sampai pasta yang halus terbentuk
(refining). Refining bertujuan meningkatkan tekstur dari coklat.
11.
Proses selanjutnya, conching, untuk mengembangkan lebih lanjut rasa dan tekstur
coklat. Conching adalah proses menguleni atau smoothing. Kecepatan, durasi dan
suhu conching akan mempengaruhi rasa. Sebuah alternatif untuk conching adalah
proses pengemulsi menggunakan mesin yang bekerja seperti pengocok telur.
12.
Campuran ini kemudian melewati pemanasan, pendinginan dan proses pemanasan
kembali. Hal ini mencegah perubahan warna dan lemak coklat dalam produk
tersebut. Hal ini untuk mencegah perubahan warna dan melelehnya coklat
dalam produk.
13.
Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan atau digunakan untuk pengisi
enrobing dan didinginkan di ruang pendingin.
14.
Cokelat ini kemudian dikemas untuk distribusikan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar